Berita Terbaru Kesehatan

Puas nonton Ronaldo , saatnya berolahraga

Setelah Begadang nonton Ronalod di Final Champion

Kemenangan Real Madrid di final Liga Champions disambut gembira para pendukungnya. Sang bintang, Cristiano Ronaldo dielu-elukan. Banyak yang rela begadang untuk menyaksikannya di televisi, sembari menyiapkan makan sahur.

Menonton sepakbola memang menyenangkan. Namun main bola betulan, tentu lebih menyehatkan. Sepakbola, bagaimanapun termasuk aktivitas fisik dengan intensitas tinggi yang melatih kebugaran.

Persoalannya, olahraga dengan intensitas tinggi membuat tubuh banyak mengeluarkan keringat. Saat puasa ketika makan dan minum dibatasi, maka main bola tidak bisa dilakukan sembarangan. Butuh pertimbangan-pertimbangan agar olahraga ini tetap menyenangkan, tidak malah memicu dehidrasi.

Laila Munaf, seorang instruktur kebugaran mengatakan bahwa sepakbola tidak termasuk olahraga yang dianjurkan saat sedang berpuasa. Kalaupun ingin melakukannya, disarankan untuk memilih waktu setelah berbuka puasa.

“Mungkin aku bisa bilang kalau futsal atau sepak bola yang paling berat, karena endurance-nya sangat dipakai dan pasti capek. Mungkin tidak dianjurkan pada saat lagi puasa,” kata Laila, yang adalah co-founder pusat kebugaran Sana Studio.

Setelah berbuka, tubuh memiliki bahan bakar yang cukup untuk melakukan aktivitas fisik dengan intensitas tinggi. Juga untuk menggantikan cairan tubuh yang keluar melalui keringat, tentunya tidak masalah jika dilakukan setelah berbuka.

 

Share This:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *