Berita Terbaru Kesehatan

Kebersihan Organ Seksual Wanita , Bagaimana menjaganya ?

Menjaga Kebersihan Organ Seksual Wanita

Aktifberita , Kebersihan adalah sebagian dari iman , dan  memelihara kebersihan tubuh merupakan salah satu ilmu yang sudah diajarkan orangtua kepada anaknya sejak kecil. Sayangnya, kebersihan organ seksual tak pernah dibicarakan. Padahal, memelihara area intim sangat penting.

 

Pemain sinetron, Donita (24), pernah mengalami kejadian tidak mengenakkan terkait dengan kebiasaannya kurang menjaga kebersihan organ seksual kewanitaan.

 

“Saya sering kesulitan mendapatkan kamar mandi yang bersih di lokasi syuting sehingga sempat mengalami gangguan jamur. Setelah periksa ke dokter, saya disarankan untuk lebih menjaga area kebersihan organ seksual  / daerah intim,” katanya di acara diskusi media bertajuk “Rahasia Pesona Bagi Semua Peranan Wanita” di Jakarta beberapa waktu lalu.

Sejak itu, Donita mengakui lebih teliti merawat kebersihan area vaginanya. “Dengan menjaga kebersihan, termasuk area kewanitaan, kita akan merasa lebih percaya diri,” kata brand ambassador Lactacyd Herbal Pesona Area V ini.

 

Menurut Psikolog Tiara Puspita, kebersihan diri akan ikut meningkatkan kepercayaan diri wanita. “Kesadaran bahwa tubuh kita bersih dan sehat akan membuat mood lebih baik sehingga produktivitas meningkat. Karena itu sebagai wanita kita perlu membangun kebiasaan menjaga kebersihan tubuh, termasuk organ intim,” katanya.

Kebiasaan menjaga kebersihan organ seksual merupakan awal dari usaha menjaga kebersihan diri. Terlebih kita tinggal di daerah tropis yang panas dan mudah berkeringat.

Keringat membuat tubuh menjadi lembab, terutama pada organ seksual yang tertutup dan berlipat. Di wilayah seperti itulah bakteri mudah berkembang biak sehingga dapat menimbulkan bau tak sedap dan penyakit.

Pada dasarnya vagina memiliki lapisan pelindung alami yang bersifat asam untuk mencegah infeksi. Dikutip dari lactacyd.co.id, vagina menghasilkan sekresi untuk mengatur dan membersihkan diri serta menjaga lingkungan asam tetap seimbang. Setiap gangguan keseimbangan akan menghasilkan pertumbuhan bakteri jahat.

Namun, banyak dari kita tidak tahu kebiasaan sehari-hari yang dapat mengganggu keseimbangan alami vagina. Kebiasaan itu antara lain malas membersihkan area vagina terlebih saat menstruasi, menggunakan pakaian dalam yang ketat dan tidak menyerap keringat, atau penggunaan pembersih kewanitaan model spray.

Pembersih kewanitaan

Hal utama yang wajib dilakukan untuk menjaga kebersihan vagina adalah selalu membasuh dengan air bersih dan mengeringkannya. Ganti pembalut saat haid setiap 3 jam sekali dan gunakan pakaian dalam yang menyerap keringat.

Untuk mencegah keputihan dan mencegah bau tidak sedap dari organ intimnya banyak wanita menggunakan pembersih khusus vagina.

Meski demikian, sebaiknya pilih produk larutan khusus yang ramah untuk area intim ini. Produk yang mengandung bahan pembersih dengan tingkat keasaman atau pH yang sesuai dengan keasaman daerah vagina sangat dianjurkan.

“Kadar pH yang tidak alami bisa membuat bakteri mudah masuk, vagina gatal, serta memicu keputihan. Produk yang mengandung ekstrak susu membantu mempertahankan keasaman alami vagina,” kata Debi Widianti, Sr. Category Lead Feminine Hygiene Consumer Health Care Sanofi Indonesia.

Debi menjelaskan, pembersih kewanitaan Lactacyd yang sudah dikenal selama lebih dari 30 tahun, memberikan berbagai varian khusus sesuai kebutuhan wanita.

“Di Indonesia, produk Lactacyd meluncurkan inovasi Lactacyd Herbal Pesona Area V yang merupakan kombinasi dari ekstrak daun sirih, susu, dan bunga mawar, untuk menjaga kebersihan daerah kewanitaan,” katanya.

Untuk memberi perlindungan terbaik, Debi memberikan saran penggunaan yang tepat. “Selalu bersihkan tangan terlebih dahulu. Tuang Lactacyd sekitar 5 ml atau satu sendok makan. Usapkan ke vagina dari depan ke belakang. Diamkan 30 detik lalu bilas dengan air bersih, dan keringkan dengan handuk,” katanya.

Debi mengungkapkan, pemakaian secara teratur bisa membantu menjaga tingkat keasaman alami vagina sehingga menghambat kehadiran bakteri berbahaya masuk ke organ reproduksi.

Demikan share terbaru dari team aktifberita , share kali ini ditulis oleh teman kami : Tante

Share This:

Share This:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *